Jumat, 17 Juli 2009

HMI Cabang Yogjakarta Mengadakan Senior Course (SC)

Yogyakarta – KPC HMI Cabang Yogyakarta kembali mengadakan SC (Senior Course) untuk mencetak para pengader potensi yang padu yakni dalam mendidik, memimpin dan pejuang. Acara yang nantinya akan dilaksananakan pada tanggal 25-30 Juli ini merupakan SC yang ke delapan puluh tahun kali dalam pelaksanaannya.
Senior Course (SC) dengan tema “Revivalisasi Fitrah Pengader Untuk Progresifitas Gerakan HMI” ini merupakan Program Kerja kepengurusan KPC tahun ini. Untuk pendaftaran dimulai dari tanggal 20 Juni sampai 19 Juli 2009. Pauzan sebagai ketua (SC) mengatakan pada LAPMI “Acara Senior Course ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh KPC. Namun dalam pelaksana kegiatan dilakukan oleh Komisariat Fakultas Tarbiah UIN Yogyakarta,”. ujar Pauzan. “Karena dalam program kerja kepengurusan Komisariat Tarbiah UIN akan mengadakan SC maka bekerja samalah kita dengan KPC.” ucap Pauzan menambahkan.

Menjaga dan Mengetahui Pentingnya Kesehatan Bagi Perempuan

Yogyakarta – Penataran KOHATI wati Cabang Yogyakarta yang masih berlangsung samapai tanggal 12 Juli 2009 banyak membicarakan banyak hal terutama berkaitan dengan wanita. Salah satunya mengenai gender, reproduksi kesehatan perempuan dan masih banyak materi yang belum dibahas sampai berita ini diturunkan.
Sabtu (10/07) 2009 dengan mengundang pembicara seorang Dosen UGM sekaligus konsultan bayi tabung di Rumah Sakit Sarjito Yogjakarta yaitu Bapak Dr. Harto Wardoyo memberikan materi bagi peserta penataran KOHATI dengan tema “Reproduksi Kesehatan Perempuan”.

Ketua HMI Cabang Yogyakarta Membuka Acara Penataran KOHATI


Yogyakarta - Acara penataran Kohati yang berlangsung dari tanggal 09-12 Juli 2009 hari ini (kemarin) telah dibuka secara resmi oleh ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Penataran kohati dengan tema “Peran perempuan sebagai sosok mar’atussalimah dalam mewujudkan masyarakat berkeadilan.” dibuka sangat meriah sekali. Hal ini dapat dilihat dari antusias para tamu undagan dan kader HMI ketika menghadiri acara pembukaan yang dimulai pada pukul 22.00 wib bertemapat di Pon-Pes Daarul Hiraa Magowoharjo - Sleman-Yogyakarta.
Dalam sambutanya ketua (SC) Nevi Widowati mengatakan “Dengan diadakan penataran kohati ini peran wanita sebagai pejuang dapat dimengerti dan Kohati wati bisa menjadi lebih semangat tidak kalah dengan akhwat.” ujar Nevi. Penataran ini merupakan acara penataran yang kedua kalinya. Sebelumya kepengurusan dulu juga pernah mengadakan acara yang sama. Ketua HMI Cabang Yogyakarta dalam sambutanya juga mengatakan “Perempuan bukanlah sebagai pelengkap dan kita semua adalah satu yang saling melengkapi dalam menjalani hidup ini,” kata Puji Hartoyo. “diadakannya acara penataran ini harapannya dapat membentuk karekter untuk berjuang dengan adil dalam bernegara dan bermasyarakat” ucapnya menambahkan.
Pemateri acara penataran salah satunya adalah Hasto Wardoyo dari (Klinik Kia Semar), Bak Anik dari (LOD), Bapak Andi Dwi Purnama (Praktisi dalam bidang IT), dll. Ketua (OC) Suryati mengatakan pada LAPMI “Selama ini kohati wati malu dalam mengutarakan pendapat ketika ada akhwat. Jadi harapanya setelah mengikuti acara penataran ini tidak menjadi takut,” ujarnya. “Dalam forum nantinya ada ceramah, diskusi dan berdinamika” ucapnya sedikit menambahkan kembali. Dari jumlah peserta yang mendaftar ada sekitar dua puluh orang dan dari jumlah itu tidak hanya diikuti oleh kohati Cabang Yogyakarta tetapi juga ada cabang dari Inbagteng seperti Purwokerto. Namun ketika LAPMI menanyakan pada panitia mengatakan dari cabang Purwokerto belum ada konfirmasi kembali pada panitia untuk kepastian dalam mengikuti acara penataran kohati ini. (ismail)

Acara Penataran KOHATI Cabang Yogyakarta

Yogyakarta – Untuk membangkitkan semangat juang para kader HMI wati atau Kohati akan mengadakan kegiatan “Penataran Kohati”. Kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 09-12 Juli 2009 bertempat di Pon-Pes Daarul Hiraa Sleman-Yogyakarta dengan mengagkat tema “Peran perempuan sebagai sosok mar’atussalimah dalam mewujudkan masyarakat berkeadilan.”
Ahad (05/07) ketika LAPMI mewawancarai Nevi mengatakan. “Tujuan didakan kegiatan ini tidak lain adalah untuk mengaktifkan akhwat HMI dan agar HMI wati dapat memahami perannya sebagai perempuan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Nevi Widowati sebagai (SC). “Konsep acara ini nantinya seperti seminar dan tidak jauh juga seperti acara LK (Latihan Kepemimpinan). Ada pemateri kemudian ada sesi tanya jawab.” kata Nevi menambahkan.
Acara penataran ini sebenarnya tidak hanya boleh diikuti oleh kohati saja namun juga terbuka untuk umum. Peserta nantinya akan diminta kontribusi 35.000 dengan fasilitas penginapan, makan, snack, pelatihan IT (Informasi Teknologi), konsultasi kesehatan gratis, dll. Pendaftaran dimulai dari tanggal 02-08 Juli 2009 atau biasa menghubungi Nevi dengan no: 08122781149. “Pemateri nantinya dari alumni Kohati, Kornas seperti Ibu Trias dari (Nasyiatul Aisiyah), Bp Andi Dwi Purnama (Pakar IT) dari Yogyakarta dan ada juga pembicara dari luar,” ujar Nevi.
Ketika ditanya sudah sejauh mana persiapan acara ini. “Mengenai pembicara sebagian besar sudah siap, tempat sudah beres. Sekarang panitia fokus untuk mencari peserta dan mempublikasikan acara ini pada publik.” kata ketua SC ini pada LAPMI. Acara penataran kohati ini merupakan salah satu program kerja kepengurusan Kohati tahun ini. Acara penataran kohati ini juga mengundang HMI wati wilayah Inbagteng (Indonesia Bagian Tenggah). Jadi bagi kohati yang masuk dalam wilayah Inbagteng dapat mengikuti acara penataran ini. (ismail)

Debat Bicara HMI & KAMMI di TVRI Yogyakarta

Yogyakarta - Seperti biasanya program acara “Berani Bicara” salah satu program unggulan TVRI Yogjakarta merupakan program untuk kaula muda mahasiswa yang berisi tentang pembahasan isu-isu di masyarakat dan dikupas dengan debat diatas podium dengan berbagai argumen menyertainya.
Selasa (30/06) program Berani Bicara yang mengusung slogan “kritis, sportif dan argumentatif” yang ditayangkan oleh TVRI kali ini mengundang dua narasumber organisasi mahasiswa yaitu HMI-MPO Cabang Yogyakarta dan KAMDA KAMMI Wilayah DIY. Untuk tema yang diangkat dalam acara debat kali ini adalah “Penagkapan Teroris Jelang Pilpres, Kampaye Terselubung kah?”. Program acara yang berdurasi 30 menit ini, rencananya akan ditayangkan pada hari Rabu (01/07) pukul 18.30 di TVRI Yogyakarta.
Suasana di studio TVRI terasa meriah dengan hadirnya dukungan suporter kedua kubu baik itu HMI dan KAMMI. Program acara debat ini di pimpin dengan moderatornya Norman Nurvita dari TVRI sendiri. Sebelum acara debat ini dimulai, dibuka dulu dengan yel-yelan dari suara suporter kedua belah pihak masing-masing. Mekanisme debat kali ini menunjuk dua orang dari masing-masing kubu untuk mengutarakan opini mereka dengan tema yang sudah ditentukan. HMI mendapat giliran pertama untuk mengutarakan pendapat.”penagkapan teroris menjelang pilpres kali ini dibentuk oleh pemerintah dan pemerintahan system akut yang mencoba mengunakan isu teroris dan mendiskriptifkan umat Islam” ujar Pak Iqbal disambut dengan tepuk tangan meriah oleh pendukungnya.
Oleh pihak KAMMI dalam kesempatan kedua mengutaraakan pendapatnya “adanya kampaye terselubung hanya opini saja yang dibuat oleh pemerintah. ada aktor negara dan apartisme oleh negara” ujar perwakilan dari KAMMI. Setelah kedua kubu sudah selesai mengutarakan opininya. Ketua masing-masing organisasi mulai naik di podium untuk berdebat dengan iringan yel-yelan dan lagu dukungan oleh suporter masing-masing kubu. Pihak HMI diwakili oleh Puji Hartoyo ketua Cabang HMI Yogyakarta dan dari pihak KAMMI diwakili oleh Bung Bahtera.

HMI diwakili oleh Puji Hartoyo mendapat kesempatan pertama untuk berpendapat. “Teroris sebagai opini yang dibuat untuk meningkatkan popularitas. Hal ini dapat di contohkan ketika di Amerika. Presiden sebelum Obama mengunakan isu teroris dalam kampaye pemilu dan itu sangat efektif,” Ujar Puji Hartoyo. “Penagkapan enam orang teroris merupakan incoment bagi SBY karena didukung oleh banyak partai Islam.” kata Puji Hartoyo menambahkan. Dari pihak KAMMI berpendapat “ Islam dijadikan objek sebagai pencitraan jelek. Yang bermain dalam hal ini adalah bukan presiden tapi ada aktor intelektual yang bermain dibelakang.” ujar Bung Bahtera. Suasana studio TVRI terasa mulai panas ketika masing-masing pendukung kedua kubu mulai menyangkal pendapat yang dilontarkan dari perwakilan kubu masing-masing.
Sepertinya kalau debat ini berlanjut waktu durasi 30 menit tidak akan cukup bagi kedua belah kubu untuk mencari kebenaranya. Diahir acara sebagai pihak ketiga untuk menegahi debat kedua kubu disini adalah Bapak HM Jazir dari (BKPRMI) Yogyakarta mengatakan. “ kita semua sepakat umat islam menjadi korban dalam isu teroris ini. Jika dikatakan ini kampaye terselubung dari ketiga calon Capres tidak fokus dalam kampayenya, kata Bapak Jazir. Dia juga menambahkan “kita ini umat Islam korban kekerasan dalam ruang gelap. Wajar kalau presiden sekarang menagkap para teroris karena ditakutkan nanati mengangu pemilu dan siapa yang mengerakkan dan ada pihak lain yang mengunakan kesempatan ini untuk mencari dukungan hal itu juga dapat dibenarkan.” ujar Bapak Jazir diahir acara. Diahiri dengan jabat tangan kedua wakil masing-masing kubu menutup acara debat kali ini. Untuk kedua kalinya kedua belah pihak menjadi narasumber diacara yang sama. Sebelumnya HMI dan KAMMI juga pernah berdebat dengan tema “Haram Golput” di temapat yang sama. (Ismail)

Kajian Mengenai Khittah Perjuangan HMI oleh KPC


YogyakartaKhittah Perjuangan HMI merupakan dokumen yang menggambarkan konsepsi ideologis sebagai upaya kader memberi penjelasan tentang cara pandang HMI mengenai semesta eksistensi yang wajib diakui, kebenaran yang wajib diperjuangkan, jalan hidup yang wajib dijunjung tinggi, cita-cita yang perlu diraih, dan nilai-nilai yang mengikat atau menjiwai kehidupannya secara individual maupun sosial.

Pengalan kutipan diatas diambil dari isi pendahuluan dari Khittah Perjuangan HMI. Sabtu (27/06) pukul 16.00 – 17.30 bertempat di sekretariatan HMI Cabang Yogjakarta Karangkajen MG III / 966 Yogyakarta mengadakan kajian mengenai Khittah Perjuangan HMI. Banyak hal yang didiskusikan pada sore itu (kemarin) mengenai Khittah perjuangan HMI ini karena Khittah Perjuangan merupakan landasan dasar dan pijakan awal dalam memahami HMI.

Khittah perjuangan HMI dalam Bab Asas ada enam poin yaitu: keyakinan muslim, wawasan keilmuan, wawasan sosial, kepemimpinan, etos perjuangan, dan hari kemudian.